Liputan24.Net – Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Daerah Triwulan IV di Aula Baiman, Bappedalitbang, Martapura, Selasa (9/12/2025).

Dalam forum tersebut, Habib Idrus mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjar yang dinilai sangat baik, bahkan melampaui target yang ditetapkan.

“Capaian IPM ini menjadi bukti bahwa investasi pemerintah daerah di bidang pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menunjukkan hasil positif. Ini harus kita jaga agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Habib Idrus didampingi Kepala Bappedalitbang, Nashrullah Shadiq.

Selain IPM, Habib Idrus juga menyoroti indikator makro lainnya. Ia mencatat angka pengangguran, tingkat kemiskinan, dan rasio gini tahun 2025 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Meski trennya positif, ia menegaskan agar hal ini tetap disikapi serius.

“Kondisi ini menjadi catatan penting sekaligus tantangan bagi kita semua untuk melakukan koreksi, memperkuat strategi, dan mempercepat kebijakan pada pelaksanaan program tahun mendatang,” tegasnya di hadapan para kepala SKPD dan camat.

Sementara itu, Kepala Bappedalitbang Banjar, Nashrullah Shadiq, mengingatkan seluruh SKPD bahwa saat ini telah memasuki penghujung Triwulan IV. Fokus utama Monev adalah mengevaluasi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan serapan anggaran.

“Saya ingin melihat capaian target dan sasaran strategi hingga ke subkegiatan di setiap SKPD. Jika ada kendala, khususnya pengadaan barang jasa atau pekerjaan fisik yang masih berjalan, harus segera diselesaikan sesuai kontrak,” jelas Nashrullah.

Ia memberikan peringatan tegas terkait sisa waktu tahun anggaran 2025. Kinerja SKPD yang belum mencapai target akan menjadi bahan evaluasi khusus.

“Jika ada kinerja SKPD yang belum tercapai mengingat waktu yang tersisa semakin sedikit, maka hal itu akan kami laporkan kepada Bupati. Hasilnya akan menjadi dasar tindak lanjut bagi SKPD untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Rapat tersebut ditutup dengan diskusi strategi percepatan realisasi kegiatan dan optimalisasi anggaran lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih efektif.