Martapura, Liputan24.Net – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) melakukan pendataan ulang wilayah blank spot dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Infrastruktur Telekomunikasi di Hotel Aeris, Banjarbaru, Rabu (14/1/2026).

Kepala DKISP Banjar, HM Aidil Basith, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat 15 desa di Kabupaten Banjar yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi. Melalui rakor yang menggandeng PT Comtelindo ini, pemerintah berupaya mencari format teknis yang tepat untuk memeratakan sinyal di seluruh wilayah.

“Kami meminta para camat menyampaikan data konkret wilayahnya untuk dicocokkan dalam forum ini. Kami ingin mencari solusi tercepat agar seluruh desa tercover sinyal,” ujar Basith.

Sekda Banjar, H. Yudi Andrea, menjelaskan bahwa tantangan geografis seperti daerah pegunungan sering menjadi kendala operator seluler membangun menara konvensional. Kondisi ini berdampak pada lemahnya pelayanan publik berbasis digital di daerah terpencil.

“Persoalan blank spot sangat memengaruhi pelayanan dasar kepada masyarakat. Kami perlu mendengarkan paparan teknis terkait teknologi terbaru, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau kabel fiber optik,” kata Yudi.

Yudi berharap rakor ini menghasilkan rekomendasi yang jelas dan dapat segera ditindaklanjuti. Ia juga mengingatkan agar setiap potensi kerja sama ke depan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.