Tabalong, Liputan24.Net – Pemerintah Kabupaten Tabalong terus mematangkan pengembangan “Koperasi Merah Putih” sebagai strategi penguatan ekonomi desa. Tahun 2026 ini, pemerintah daerah menargetkan operasional koperasi tersebut di 22 titik prioritas.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, Adityapula Nugraha, menjelaskan bahwa program ini merupakan sinergi antara DPMD sebagai leading sector dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan sebagai mitra strategis.

“Target jangka panjang memang menyasar seluruh 131 desa dan kelurahan. Namun, tahap awal kita fokuskan pada 22 titik prioritas untuk memperkuat kelembagaan serta sarana prasarana secara bertahap,” ujar Aditya saat menghadiri rapat teknis TMMD ke-121 di Markas Kodim 1008 Tabalong.

Terkait progres di lapangan, Aditya menyebut pembangunan fisik sarana usaha seperti gerai dan gedung saat ini baru mencapai kisaran 30 hingga 40 persen.

Ia mengakui ketersediaan lahan menjadi kendala utama dalam percepatan program ini. Tidak semua desa memiliki aset lahan yang siap bangun.

“Tantangannya memang di lahan. Namun, kami sudah menyiapkan alternatif solusi, mulai dari sistem pinjam pakai hingga sewa lahan agar pembangunan tetap sesuai target waktu,” jelasnya.

Nantinya, Koperasi Merah Putih diproyeksikan memiliki unit usaha yang relevan dengan kebutuhan warga, mulai dari gerai sembako, apotek (alat kesehatan), hingga penjualan produk pertanian untuk menopang ketahanan pangan lokal.