Batal Beli Mobil Dinas Rp8,5 M, Gubernur Kaltim Minta Maaf ke Publik
Liputan24.net — Samarinda. Rudy Mas’ud resmi membatalkan rencana pengadaan mobil dinas gubernur senilai Rp8,5 miliar setelah menuai kritik luas dari masyarakat.
Keputusan tersebut disampaikan Rudy melalui akun Instagram pribadinya, Senin (2/3). Ia menegaskan pembatalan dilakukan setelah mendengar dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pemprov Kaltim memutuskan untuk membatalkan mobil dinas gubernur yang sebelumnya direncanakan,” ujarnya.
Rudy memastikan keputusan itu tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan. Pelayanan publik, kata dia, tetap berjalan optimal dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Rudy juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang sempat mencuat. Ia menyebut kritik yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan energi untuk membangun Kaltim ke depan.
Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menyarankan agar rencana pengadaan mobil mewah tersebut ditinjau ulang karena dinilai bertentangan dengan prinsip efisiensi anggaran. Komisi Pemberantasan Korupsi juga mengingatkan pemerintah daerah agar menggunakan anggaran sesuai kebutuhan.
Rudy sebelumnya menyatakan belum menerima mobil dinas tersebut dan masih menggunakan kendaraan pribadi untuk aktivitas dinas. Ia sempat beralasan kebutuhan kendaraan baru berkaitan dengan intensitas kegiatan kepala daerah, mengingat Kaltim merupakan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Namun, di tengah kritik publik, Pemprov Kaltim akhirnya memilih membatalkan pengadaan tersebut. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan