Banjarbaru, Liputan24.Net – Pemerintah Kota Banjarbaru resmi membuka Festival Beduk 1447 Hijriah di Lapangan dr. Murdjani. Acara yang menjadi bagian utama dari rangkaian Banjarbaru Ramadan Festival 2026 ini hadir sebagai ajang pelestarian tradisi sekaligus penggerak ekonomi kreatif di “Kota Idaman”.

Membawa tema “Rampak Tabuhan Melantun Syair Syiar Ramadan”, festival tahun ini tidak hanya fokus pada kompetisi seni, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah konkretnya adalah penyediaan sekitar 150 stand UMKM di Pasar Wadai Ramadan secara gratis.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, menegaskan bahwa kebijakan stand gratis ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota.

“Ini adalah wujud komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM lokal selama bulan suci,” ujar Rudi saat membacakan sambutan Wali Kota, Sabtu (14/3/2026).

Ketua Umum Komite Ekonomi Kreatif Kota Banjarbaru, Riandy Hidayat, menambahkan bahwa Festival Beduk merupakan ruang pertemuan strategis antara nilai religi dan kreativitas. Beduk kini telah bertransformasi dari sekadar alat penanda waktu ibadah menjadi simbol daya tarik wisata religi.

“Tradisi yang dirawat dengan baik dapat berkembang menjadi kekuatan budaya sekaligus ekonomi. Melalui aransemen dan koreografi dari generasi muda, kita melihat bagaimana identitas kota yang kreatif terbentuk,” jelas Riandy.

Festival ini diharapkan mampu menyedot perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus menjadi sarana syiar Islam yang dikemas secara inovatif. Dengan keterlibatan ratusan UMKM, Banjarbaru Ramadan Festival 2026 diproyeksikan menjadi motor penggerak perputaran uang di sektor riil selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.