Martapura, Liputan24.Net – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) tengah memfinalisasi perencanaan teknis untuk penanganan Jembatan Aramco di Kecamatan Pengaron.

Pondasi jembatan pada jalur penghubung Pengaron–Kertak Empat tersebut dilaporkan mengalami penurunan sedalam 20 sentimeter.

Berdasarkan asesmen tim teknis, kerusakan dipicu oleh gerusan arus sungai yang kuat saat banjir pada awal tahun 2026. Meski pondasi menurun, struktur utama jembatan berbahan baja dipastikan masih dalam kondisi utuh dan stabil.

Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, melalui Kabid Bina Marga, Jimmy, menjelaskan bahwa pihaknya tengah menunggu pemaparan akhir dari konsultan perencana sebagai dasar penanganan fisik.

“Besok, Senin (16/3), kami meminta konsultan melakukan ekspose hasil perencanaan. Ini akan menjadi acuan kami untuk langkah perbaikan di lapangan,” ujar Jimmy, Minggu (15/3/2026).

Perbaikan pondasi jembatan ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp4 hingga Rp5 miliar. Mengingat ketersediaan anggaran tahun berjalan, pengerjaan fisik direncanakan masuk dalam usulan prioritas APBD Tahun 2027. Selain jembatan, penanganan juga akan mencakup titik longsor yang berada di ruas jalan sekitar lokasi tersebut.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan, Plt Camat Pengaron, Heryanto, mengonfirmasi bahwa jalur tersebut kini tertutup bagi angkutan berat.

“Rambu peringatan sudah dipasang. Untuk angkutan berat, arus lalu lintas sudah kami alihkan melalui jalan Desa Kertak Empat,” jelas Heryanto.

Pemerintah Kabupaten Banjar mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada dan mematuhi pembatasan muatan guna mencegah kerusakan struktur yang lebih parah. Pemkab menegaskan bahwa penanganan infrastruktur dilakukan berdasarkan kajian teknis yang matang demi menjamin keamanan jangka panjang bagi masyarakat.