Liputan24.Net – Dalam rangka Hari Jadi Tabalong ke-60, ratusan anggrek lokal kembali merekah di Tanjung Bersinar Park melalui gelaran Tabalong Smart Orchid Festival 2025. Festival yang dilaksanakan pada 3-5 Desember 2025 ini fokus pada upaya Konservasi Anggrek Langka, selain menggelar kontes dan bursa anggrek.

Kegiatan yang digagas DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Tabalong berkolaborasi dengan Kopi Basamut ini merupakan langkah nyata menjaga kekayaan hayati Tabalong untuk generasi mendatang.

Ketua Harian DPC PAI Tabalong, Rowi Rawatianice, mengungkapkan pentingnya aksi penyelamatan anggrek alam di tengah maraknya perburuan liar dan dampak deforestasi.

“Kami merasa terpanggil untuk melakukan upaya penyelamatan anggrek alam, khususnya di kawasan Kabupaten Tabalong yang sudah mulai punah,” ujar Rowi.

Tanam Anggrek Langka hingga 700 Spesies

Dalam sesi konservasi, pihak PAI menanam setidaknya lima Anggrek Bulan (Phalaenopsis Amabilis) dan 20 Anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata). Sebelumnya, pada Februari 2025, DPC PAI dan Dinas Lingkungan Hidup Tabalong juga telah menanam 50 pohon Palaenopsis Amabilis di taman tersebut yang kini telah menunjukkan perkembangan positif dan mulai berbunga.

Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya pelestarian ini. Ia menyebut keragaman hayati Kabupaten Tabalong sangat luar biasa.

“Perlu kita ketahui bahwa keanekaragaman anggrek di Tabalong mencapai hampir 700 spesies. Ini menjadikan Tabalong salah satu pusat keragaman anggrek terpenting di Kalimantan Selatan,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, keanekaragaman anggrek ini adalah identitas ekologi dan aset daerah yang bernilai tinggi. Namun, ia tak memungkiri Tabalong menghadapi tantangan besar akibat perubahan lingkungan dan pengambilan anggrek tanpa kontrol.

“Karena itu, pelestarian harus kita jadikan prioritas bersama, agar kekayaan anggrek Tabalong tetap hidup dan lestari bagi generasi yang datang,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga kekayaan plasma nutfah anggrek di Tabalong.