Hari Bakti PU Ke-80, DWP PUPR Kalsel Salurkan Bantuan Vokasi ke SLB Negeri 2 Martapura
Liputan24.Net – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kunjungan sosial ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Martapura, Rabu (3/12/2025).
Kunjungan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-80 Tahun 2025 ini bertujuan menunjukkan kepedulian DWP PUPR Kalsel terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Plt Ketua DWP Dinas PUPR Kalsel, Lola Luthfia Yasin, menyampaikan bahwa hadir di tengah keluarga besar SLB Negeri 2 Martapura adalah kehormatan bagi DWP PUPR Kalsel.
“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan dan masa depan bagi anak-anak hebat yang setiap hari menunjukkan ketekunan,” kata Lola.
Kegiatan kunjungan sosial ini ditandai dengan penyerahan sejumlah bantuan yang berfokus pada perlengkapan penunjang pembelajaran vokasi dan keterampilan siswa. Bantuan tersebut meliputi peralatan untuk tata rias, menjahit, memasak, dan kerajinan tangan.
Beberapa item yang diserahkan antara lain Mesin Jahit High Speed Typical, Chopper Mitochiba, alat steamer rambut portable, mesin amplas orbital Makita, mesin power sprayer Sanchin, hingga set kerajinan tangan.
Lola berharap bantuan ini dapat memperkuat kegiatan vokasi siswa-siswi SLB dan menambah semangat mereka dalam belajar.
“Harapan kami, meskipun bantuan ini tidak seberapa, namun dapat menjadi sarana yang memperkuat kegiatan vokasi. Kami juga berharap dunia usaha dapat melihat bahwa anak-anak kita memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan lainnya,” ungkapnya.
Lola juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru dan tenaga pendidik di SLB Negeri 2 Martapura, menilai dedikasi mereka sebagai pengabdian yang mulia.
Sementara itu, Plt Kepala SLB Negeri 2 Martapura, Marsyidah, menyampaikan terima kasih atas perhatian DWP PUPR Kalsel. Ia berharap sinergi ini dapat berlanjut demi peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan vokasi bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kami merasa sangat terbantu. Besar harapan kami kerja sama ini dapat menjadi langkah awal bagi lebih banyak pihak untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” pungkas Marsyidah.






Tinggalkan Balasan