Liputan24.Net—- Martapura.Puluhan warga kembali mengungsi, akibat debit air yang meningkat di desa Bincau Muara, Kecamatan Martapura, Minggu (11/1/2026).

Hal tersebut dikatakan Rosi, warga desa Bincau Muara yang telah mengungsi 3 minggu di masjid Assobirin didesanya, yang diisi puluhan warga.

“Awal banjir disini ditempat lebih seratus warga dan sekarang kurang lebih 60 warga yang tersisa,” ungkapnya.

Rosi mengatakan mengungsi dimasjid ini yang ke-2 kalinya, akibat intensitas debit air yang turun naik. Ia menyampaikan selama mengungsi kebutuhan makanan didapatkan dari bantuan warga.

“Memasak makanan bersama bantuan dari dermawan dan teman-teman yang prihatin ke kami,” terangnya.

Ia berharap banjir cepat surut, agar aktivitas ekonomi kembali normal. Selama banjir ia akui tidak bisa bekerja.

“Tiga minggu sudah warung tutup karena terendam,” ucap Rosi.

Sementara itu, Fahmi Ketua DPD Desa Bincau Muara mengatakn banjir telah merendam perumahan warga dan jalan utama desa lebih dari 2 minggu.

“Masyarakat disini perlu bantuan dikarenakan banyak yang tidak bisa kerja. Kami mengharapkan warga kita diperhatikan baik dari Pemda maupun Pemprov,” jelasnya.

Diakuinya bantuan memang ada yang telah masuk. Akan tetapi, banyak warga terdampak, mobilitas terganggu, membuat warga tidak bisa kerja.

“Faktor inilah membuat mereka mengharapkan bantuan,” harap Fahmi.

Menurut informasi banjir di desa Bincau Muara ketinggian air bervariasi, dari selutut hingga mencapai sepinggang orang dewasa dijalan. (liputan24/Fhm)