Banjir Tak Kunjung Surut Warga Tetap Bertahan Dipengungsian
Liputan24.Net—Martapura.Sudah hampir setengah bulan warga Desa Bincau dan sekitarnya hidup dipengungsian aula Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, akibat banjir yang tak kunjung surut.
Di aula dengan jumlah pengungsi 167 jiwa tersebut, Beberapa pengungsi mengeluhkan kondisi kesehatan yang menurun akibat terlalu lama tinggal di tempat pengungsian.
Tidur yang tak nyenyak, dan keterbatasan aktivitas membuat kesehatan mereka kian menurun. Namun, yang paling menghantui bukan hanya rasa sakit di badan, melainkan kecemasan akan masa depan. Mayoritas warga Desa Bincau menggantungkan hidup dari kebun bunga melati.
“Memetik bunga melati tidak bisa lagi, karena kebun kami kebanjiran. Rusak melatinya,” ungkap Rusmiati warga desa Bincau yang berprofesi sebagai petani bunga melati.
Adapun Masrofah yang juga petani melati, ditengah duka musibah kebanjiran ini, Ia berharap berharap uluran tangan pemerintah dan pihak terkait, tidak hanya berupa bantuan logistik,
“Tetapi juga layanan kesehatan yang berkelanjutan serta bantuan pemulihan bagi petani kita terdampak banjir,” ucapnya penuh harap.
Sementara itu, tenaga medis yang bertugas, Aulia mengatakan kondisi pengungsi saat ini, beberapa mengeluhkan batuk pilek, dan beberapa lansia hipertensi akibat tidak konsumsi obat rutin.
“Pelayan yang kami berikan disini, berupa tensimeter, mengukur tekanan darah, pemberian vitamin n dan pemberian obat-obatan dasar,” jelas Aulia
Ia menambahkan tenaga medis siaga perharinya di Aula Disdik Banjar 3 sampai 4 orang yang bertugas. (liputan24.net/Fhm)






Tinggalkan Balasan