Tabalong, Liputan24.Net – Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, membuka sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) pelaporan aplikasi Aksi Konvergensi Bangda Kemendagri di Gedung Informasi Pembangunan, Senin (12/1/2026). Langkah ini diambil guna mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Tabalong yang mengalami tren kenaikan.

Kepala Bapperida Tabalong, Arianto, mengungkapkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Tabalong melonjak menjadi 23,1 persen. Angka ini naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 18,1 persen.

“Angka di atas 20 persen menurut standar WHO menunjukkan adanya permasalahan kesehatan masyarakat yang serius. Ini harus menjadi atensi kita semua,” tegas Arianto.

Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, menekankan bahwa akurasi data melalui aplikasi sangat krusial sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia meminta para camat dan kepala puskesmas memahami mekanisme pelaporan terbaru agar tidak ada kendala teknis di lapangan.

“Kenaikan angka stunting adalah alarm bagi kita semua. Sosialisasi ini strategis agar seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi yang sama dan melaporkan data secara valid serta tepat waktu,” ujar Taufani.

Melalui Bimtek yang diinisiasi Bapperida ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan penguatan sinergi lintas sektor dan peningkatan kapasitas aparatur untuk menekan angka stunting di Bumi Saraba Kawa.