Dengan Sepucuk Surat Bocah 10 Tahun Pamit Pada IbunyaAda Gambar Kesedihan
Liputan24.net—Ngada. Peristiwa memilukan mengguncang Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) berinisial YBR (10) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon cengkih, Kamis (29/1/2026).
Saat proses evakuasi, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga kuat ditulis oleh korban menggunakan bahasa daerah Bajawa. Surat tersebut ditujukan kepada ibunya dan berisi ungkapan kekecewaan sekaligus pesan perpisahan.
Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan temuan surat tersebut.
“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Dalam suratnya, korban menuliskan kalimat yang menyayat hati, di antaranya menyebut ibunya pelit serta meminta sang ibu untuk tidak menangis dan tidak mencarinya jika ia meninggal.
Penyebab dugaan aksi nekat tersebut dipicu kekecewaan korban karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengungkapkan bahwa malam sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli perlengkapan sekolah. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit.
“Ibunya hidup susah dan harus menanggung lima orang anak. Permintaan korban tidak bisa dipenuhi,” kata Dion.
Diketahui, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya, sementara orang tuanya telah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.
Peristiwa ini menyita perhatian publik dan menjadi tamparan keras tentang masih sulitnya akses kebutuhan dasar pendidikan bagi anak-anak di daerah, sekaligus membuka luka kemiskinan yang masih menghimpit sebagian masyarakat.
Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh latar belakang kejadian tersebut.






Tinggalkan Balasan