Kemendagri Ngobras Wasbang di Banjarbaru, Tekankan Ketahanan Pangan dan Penguatan Karakter Pelajar
Liputan24.net — Banjarbaru. Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan menggelar kegiatan Ngobras Wasbang (Ngobrol Asik Santai Wawasan Kebangsaan), Jumat (13/2/2026), di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru.
Kegiatan ini merupakan fasilitasi penguatan karakter dan wawasan kebangsaan bagi pelajar dalam rangka membangun harmoni serta menjaga persatuan bangsa. Sekitar 100 peserta dari unsur siswa SD dan SMP beserta guru pendamping mengikuti kegiatan tersebut.
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, menegaskan bahwa wawasan kebangsaan harus mampu menjawab tantangan global, terutama terkait kedaulatan dan ketahanan pangan.
Menurutnya, perubahan geopolitik dan pertumbuhan populasi dunia menuntut setiap negara memperkuat kemandirian, termasuk di sektor pangan. Ia juga mengutip visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penerjemahan ideologi bangsa dalam bentuk kemandirian nasional.
“Jika kita tidak memiliki ideologi ketahanan pangan, kita akan menjadi bangsa yang bergantung pada negara lain,” tegasnya.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Liza Halaby, yang turut hadir bersama jajaran kepala OPD, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan wawasan kebangsaan di daerah. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah konkret membangun karakter generasi muda berbasis aksi nyata.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon khas Kalimantan Selatan, Limau Kuit, di SMPN 2 Banjarbaru sebagai bentuk edukasi pelestarian lingkungan kepada pelajar. Selain itu, rombongan melakukan kunjungan ke kawasan pendulangan intan Pumpung guna mendorong pengembangan potensi pariwisata lokal.
Melalui kegiatan ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin bersinergi dalam memperkuat karakter kebangsaan, menjaga lingkungan, serta mengembangkan potensi daerah berbasis kearifan lokal. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan