Liputan 24.net— Banjarbaru.Pemerintah Kota Banjarbaru mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah melalui peresmian pembangunan sumur bor program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor yang dilaksanakan di lokasi Kelompok Pembudidaya Ikan KASSA, Jalan Kasturi I, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, sekaligus meresmikan fasilitas sumur bor yang merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional bandara.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa ketersediaan air merupakan faktor krusial bagi keberlanjutan hidup masyarakat, baik untuk kebutuhan domestik maupun peningkatan ekonomi produktif.

“Kita menyadari bahwa tantangan ketersediaan air di Landasan Ulin tidak hanya berkaitan dengan usaha perikanan, tetapi juga sangat vital untuk penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menjadi isu penting di Kota Banjarbaru,” ujar Sirajoni.

Pembangunan sumur bor ini tidak hanya diperuntukkan bagi Kelompok Pembudidaya Ikan KASSA, tetapi juga dirancang agar dapat diakses oleh masyarakat umum di lingkungan sekitar RT 032/RW 007 untuk jangka panjang.

Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor atas kontribusi yang selaras dengan tantangan daerah.

“Program ini mencerminkan praktik CSR yang baik karena tidak bersifat bantuan sesaat, melainkan menghadirkan solusi jangka panjang. Kami berharap fasilitas ini dikelola dengan optimal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan oleh kelompok penerima manfaat,” tambahnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi sektor swasta lainnya dalam menjalankan kolaborasi yang tanggap terhadap kebutuhan lokal. Dengan adanya sumur bor ini, diharapkan kemandirian ekonomi pembudidaya ikan meningkat dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau lebih terjaga.

“Harapan kita, program ini menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Banjarbaru guna memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.