Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 143,9 Juta Perjalanan, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi
Liputan24.net – Jakarta. Pemerintah memprediksi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan mencapai 143,9 juta orang.
Perkiraan tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan terkait tren pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama momen Idulfitri.
“Pertama terkait dengan tren mudik Lebaran. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada 143,9 juta perjalanan atau masyarakat yang melakukan mudik Lebaran,” ujar AHY dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).
Menurutnya, jika dilihat dari daerah tujuan, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi destinasi paling banyak dipilih para pemudik. Setelah itu disusul Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Sulawesi Selatan.
AHY juga menjelaskan pemerintah telah memetakan potensi lonjakan pergerakan kendaraan selama masa mudik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret, dengan gelombang kedua pada 18–19 Maret.
Sementara untuk arus balik, puncak pertama diprediksi terjadi pada 24–25 Maret, dan puncak kedua pada 28–29 Maret.
Selain mempersiapkan pengaturan lalu lintas, pemerintah juga menghadirkan berbagai kebijakan insentif guna membantu masyarakat yang hendak pulang kampung.
Untuk sektor transportasi laut, pemerintah memberikan diskon 30 persen tiket kelas ekonomi bagi seluruh trayek kapal Pelni yang masuk dalam skema Public Service Obligation (PSO). Program tersebut berlaku selama 26 hari, mulai 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan target melayani sekitar 445.534 penumpang.
Diskon serupa juga diberikan untuk transportasi kereta api. Pemerintah menetapkan potongan harga 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi yang berlaku pada 14–29 Maret 2026 atau selama 16 hari, dengan target penumpang mencapai 1,2 juta orang.
Sementara itu, untuk transportasi udara, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat sebesar 17 hingga 18 persen yang berlaku dalam periode 14–29 Maret 2026, dengan pembelian tiket telah dibuka sejak 10 Februari.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan kebijakan diskon pada transportasi penyeberangan. Potongan tarif diberikan di 14 pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP melalui pembebasan 100 persen jasa kepelabuhanan.
Di sektor transportasi darat, pemerintah bersama operator jalan tol memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada 25 ruas tol yang berlaku pada 15–16 Maret serta 26–27 Maret 2026.
Menurut AHY, berbagai kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
“Ini lagi-lagi dengan semangat kita untuk mengurai kemacetan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik,” pungkasnya. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan