Perbaikan Pipa BPAM Banjarbakula Diperkirakan 5–10 Hari, Warga Menunggu Ganti Rugi
Liputan24.net – Kabupaten Banjar. Kebocoran pipa air baku milik BPAM Banjarbakula di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, menambah persoalan pasokan air bersih di tengah musim kemarau di Kalimantan Selatan.
Kebocoran pipa berdiameter 1.200 milimeter itu terjadi pada Jumat (9/10/2026). Kepala BPAM Banjarbakula menjelaskan, kebocoran dipicu getaran tanah yang menyebabkan sambungan pipa terlepas.
Menurutnya, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Kebocoran di lokasi tersebut tercatat sudah berulang kali, lantaran material pipa yang keras membuat sambungannya rentan mengalami kebocoran ketika terjadi pergerakan tanah.
Perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima hingga 10 hari. Namun, pihaknya berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat. Besaran anggaran perbaikan belum dapat dipastikan karena masih menunggu proses pengerjaan.
Selain berdampak terhadap pasokan air, kebocoran tersebut juga merugikan warga, khususnya pembudidaya ikan. Pihak BPAM menyatakan akan memberikan ganti rugi kepada pemilik kolam yang terdampak.
Kepala Desa Sungai Landas, Toha, mengatakan kebocoran pipa di wilayah tersebut telah terjadi sejak 2021, dengan kejadian yang menurutnya berulang hampir setiap tahun.
Ia menyebut terdapat tiga kolam ikan yang mengalami kerusakan. Dua di antaranya bahkan sudah mendekati masa panen, dengan estimasi kerugian mencapai Rp20 juta.
Menurut Toha, mediasi telah dilakukan dan pihak terkait menyatakan bersedia memberikan ganti rugi. Ia berharap kompensasi kepada warga terdampak segera direalisasikan. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan