Berbagai Desakan dari Ormas hingga Delegasi Negara Sarankan Indonesia Mundur dari BoP
Liputan24.net — Jakarta. Pemerintah Iran ikut menanggapi desakan agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan Iran menghormati kebijakan luar negeri Indonesia dan tidak ingin mengomentari secara langsung keputusan Indonesia terkait keanggotaannya di BoP, yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump untuk mendukung rekonstruksi dan stabilitas di Jalur Gaza.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui tausiyah resmi mendesak pemerintah mempertimbangkan mundur dari BoP. MUI menilai peran AS dalam Board of Peace kini kontradiktif setelah serangan ke Iran, dan mempertanyakan efektivitas BoP dalam mempromosikan perdamaian, termasuk bagi Palestina.
Desakan itu muncul di tengah sorotan berbagai pihak bahwa serangan AS–Israel ke Iran memperuncing pertanyaan tentang kredibilitas BoP, selain menimbulkan respons keras dari organisasi keagamaan lain seperti Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengecam tindakan militer tersebut sebagai pelanggaran hak asasi dan hukum internasional.
Pemerintah Indonesia sebelumnya menegaskan peran BoP bersifat sukarela dan bertujuan mendorong diplomasi serta penghentian kekerasan, bukan sebagai mekanisme militer atau koalisi agresif. Indonesia juga menyatakan kesiapan berperan sebagai mediator guna menurunkan tensi konflik. (Liputan24.net/fhm)





Tinggalkan Balasan