Serangan Ulat Bulu Resahkan Warga Desa Mandiangin Barat, Distan Banjar Turun Tangan
Liputan24.net – Kabupaten Banjar. Warga Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar mengeluhkan serangan ulat bulu yang mulai merambah kawasan permukiman mereka. Hama ini bahkan ditemukan menempel di sejumlah dinding dan bagian rumah warga, memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dari laporan yang diterima, koloni ulat bulu terdeteksi setidaknya di empat rumah warga. Kemunculan hama ini membuat warga resah lantaran berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari iritasi kulit hingga rasa gatal apabila terjadi kontak langsung dengan tubuh ulat.
Salah satu petani setempat, Jumansyah (56), menuturkan bahwa keberadaan ulat bulu cukup merepotkan warga, terutama para petani yang khawatir tanaman mereka turut terdampak serangan serupa.
“Ulat ini cukup susah dikendalikan. Jadi sekarang kami berusaha mengatasinya sejak dini sebelum menyebar lebih luas ke lahan pertanian,” ungkapnya.
Merespons keluhan warga, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar langsung terjun ke lapangan untuk menangani persoalan ini. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian Distan Banjar, Abdul Basyid, memimpin langsung proses pengendalian hama tersebut pada Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, penanganan cepat perlu dilakukan supaya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) ini tidak meluas, baik ke permukiman warga maupun ke area pertanian di sekitarnya.
“Target utama kami memastikan serangan OPT ini bisa dikendalikan sehingga tidak meluas dan warga dapat kembali beraktivitas dengan tenang,” tuturnya.
Dalam prosesnya, petugas melakukan penyemprotan insektisida di berbagai titik yang menjadi sarang ulat bulu di sekitar area permukiman. Langkah ini diambil guna memutus mata rantai perkembangbiakan hama tersebut.
Tak berhenti di penanganan lapangan, Distan Kabupaten Banjar turut menyalurkan bantuan berupa insektisida dan herbisida kepada Kelompok Tani Usaha Baru di Desa Lok Tangga. Bantuan ini diharapkan bisa menjadi bekal antisipasi bagi para petani jika sewaktu-waktu serangan hama kembali terulang. (Liputan24.net/DesaMandianginBarat/Fhm)





Tinggalkan Balasan