Pemkab Banjar Fokuskan Empat Program Prioritas dalam Rakor Kecamatan
Liputan24.Net, Martapura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menyoroti empat program prioritas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan di Aula Barakat Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (25/5/2026). Keempat fokus tersebut meliputi penanggulangan stunting, perwujudan Kabupaten Layak Anak (KLA), percepatan penyaluran bantuan bencana, serta pencegahan peredaran narkoba.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur ini dihadiri Sekretaris Daerah H. Yudi Andrea, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Rakhmat Dhany, jajaran kepala SKPD, para camat, hingga kepala bagian di lingkungan Setda Banjar.
Dalam arahannya, Saidi menekankan pentingnya akurasi data stunting di lapangan. Menurutnya, pergantian kader posyandu yang terlalu sering menjadi salah satu kendala utama yang memicu ketidakakuratan data. Selain itu, pola asuh, kondisi ekonomi, sanitasi, dan tingkat pendidikan keluarga turut memengaruhi angka stunting di wilayahnya.
“Masalah utama terletak pada proses pengukuran di lapangan. Kader posyandu yang sering diganti menjadi kendala sehingga data kurang akurat. Selain itu, faktor pola asuh, ekonomi, sanitasi, dan pendidikan juga berpengaruh,” ujar Saidi.
Ia meminta para kepala desa (pambakal) tidak sering mengganti kader posyandu agar konsistensi data tetap terjaga. Prosedur pengukuran balita pun wajib dilakukan sesuai standar, yakni posisi berbaring bagi anak di bawah usia dua tahun dan posisi berdiri bagi anak di atas usia dua tahun. Dinas Kesehatan bersama camat dan Dinas Sosial juga diminta meningkatkan pendampingan di lapangan.
Selain stunting, evaluasi program Kabupaten Layak Anak (KLA) turut menjadi sorotan. Saidi menilai fasilitas pendukung seperti sekolah ramah anak dan masjid ramah anak berlegalitas masih terbatas. Ia menginstruksikan para camat dan jajaran Tata Pemerintahan (Tapem) mengawal pemenuhan fasilitas KLA, termasuk penyediaan toilet responsif gender di setiap Perangkat Daerah.
Terkait tanggap bencana, Saidi mengapresiasi respons cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Namun, ia menegaskan agar bantuan berupa barang maupun anggaran dapat segera disalurkan kepada penerima manfaat tanpa dialihkan ke pos lain.
“Bantuan berupa barang dan anggaran diharapkan segera disalurkan kepada penerima agar tidak dialihkan ke pos lain,” tegasnya.
Sementara pada upaya pencegahan narkoba, Pemkab Banjar melalui Badan Kesbangpol terus memperkuat koordinasi dengan Polres Banjar dan jajaran kecamatan. Mengingat letak geografis Kabupaten Banjar yang berbatasan dengan sejumlah daerah, wilayah ini dinilai rawan menjadi jalur peredaran gelap narkoba.
Saidi menginstruksikan Kesbangpol menyusun langkah teknis pencegahan agar sosialisasi dan edukasi dapat masif dilakukan hingga ke tingkat desa.
Melalui rakor ini, Pemkab Banjar berharap pelaksanaan empat program strategis tersebut dapat terkawal secara optimal sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.





Tinggalkan Balasan