Liputan24.net – Banjarbaru. Kisah memilukan terjadi di Jalan Kasturi 2, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Seorang bocah perempuan berusia 3 tahun berinisial NS, merenggang nyawa diduga akibat dianiaya secara keji oleh ibu kandungnya sendiri yang berinisial S.

Lebih menyedihkan, korban diduga tidak hanya dipukuli, tetapi juga sempat disiram menggunakan air panas sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Pelaku saat ini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polsek Liang Anggang.

Kapolsek Liang Anggang, Kompol Heru Setiawan, membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut.

Kompol Heru menyebut kasus ini terungkap setelah pihak keluarga mencium adanya kejanggalan pada kematian korban.

Sayangnya, laporan baru dilayangkan ke pihak kepolisian setelah jasad balita malang tersebut selesai dikebumikan.

“Betul (kejadian tersebut). Karena setelah korban dikebumikan, baru (keluarga) melapor ke Polsek tentang kejanggalannya,” ujar Kompol Heru Setiawan saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat. Kompol Heru menegaskan bahwa pihaknya langsung menjadwalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk melakukan autopsi terhadap jasad NS guna kepentingan penyidikan.

“Kita laksanakan autopsi (gali kubur). Kami masih mendalaminya untuk melakukan penyidikan,” tegasnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk motif di balik aksi keji sang ibu.

Kompol Heru menambahkan, detail resmi mengenai perkembangan kasus ini akan segera disampaikan secara transparan kepada publik.

“Informasi lebih lanjut nanti menunggu dari Bapak Kapolres, setelah kami semua sudah mendapatkan alat bukti dan mendalami motifnya,” pungkas Kapolsek Liang Anggang.

Sempat Ingin Dirawat Tante Korban

Duka mendalam begitu dirasakan oleh keluarga besar korban, terutama sang tante, Husnul Khotimah.

Sambil menahan kesedihan, Husnul menceritakan bahwa pihak keluarga sebenarnya sudah lama mengkhawatirkan kondisi NS.

“Mamahnya menikah lagi, jadi korban ini ikut mamah dan ayah sambungnya,” ungkap Husnul

Dulu, ujar Husnul dan keluarga sempat meminta izin untuk merawat NS. Namun, niat baik tersebut ditolak mentah-mentah oleh sang ibu yang bersikeras mampu membesarkan darah dagingnya sendiri.

“Karna dulu pernah mau kami rawat anaknya itu, tapi ditahan oleh mamanya. Kisahnya pas sudah besar mau diambil. Aku (Siti) sanggup saja merawat anak,” ungkap Husnul menirukan ucapan pelaku kala itu.

Namun, Kenyataan pahit justru harus diterima keluarga setelah NS pulang dalam kondisi tak bernyawa dengan luka-luka mengerikan di tubuhnya.

“Anaknya cantik, ceria dan aktif seperti anak usia 3 tahun pada umumnya. Semoga pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Dan keponakan kami tenang disisi-Nya. Aamiin,” imbuhnya.