Dongkrak Ekonomi Petani, Distan Banjar Gelar Penanaman Ubi Kayu Unggul di Desa Kiram
Liputan24.Net – Kabupaten Banjar. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar terus bergerak aktif memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Perkebunan dan Peternakan, Distan Banjar menggelar penanaman ubi kayu di Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Selasa (9/6/2026).
Pemanfaatan lahan seluas 0,25 hektare ini menjadi aksi nyata dalam membudidayakan ubi kayu varietas Kristal Batollaku. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi, mampu menghasilkan bobot berkisar 7 hingga 10 kilogram per pohon, dengan masa panen yang relatif cepat, yakni hanya sekitar 7 bulan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lahan demi menjaga stabilitas pangan lokal.
“Kegiatan ini merupakan komitmen kami dalam pemanfaatan lahan secara produktif guna mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Kabupaten Banjar. Lewat sinergi kuat ini, komoditas ubi kayu diproyeksikan menjadi pangan alternatif, yang mendongkrak ekonomi dan kesejahteraan petani Kabupaten Banjar,” ujar Warsita.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Kiram, Iwar, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap pemanfaatan lahan di desanya dapat memberikan dampak ekonomi yang baik bagi warga.
“Alhamdulillah di desa kita, digelar penanaman ubi kayu oleh Dinas Pertanian, mudah-mudahan ini dapat bermanfaat, membangun ekonomi desa melalui sektor pertanian yakni ubi kayu dengan kualitas unggul,” ucap Iwar.
Agenda pengembangan komoditas ubi kayu ini turut dihadiri jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan, dan Peternakan Nurul Chatimah, perwakilan Dinas Pangan dan Perikanan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Ketua Tim Kerja Kabupaten Banjar Sigit Triyanto. Hadir pula Koordinator Penyuluh, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Karang Intan, petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta kelompok tani setempat yang menyambut antusias program tersebut. (Liputan24.net/DesaKiramDKI/Fhm)





Tinggalkan Balasan