Martapura, Liputan24.Net – Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Integrated Area Development (IAD) atau Pengembangan Kawasan Terpadu berbasis Perhutanan Sosial di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Kamis (25/6/2025).

FGD dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), peserta diskusi, serta para pemangku kepentingan terkait.

Sekda Banjar H. Yudi Andrea mengatakan Kabupaten Banjar memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk kawasan hutan dan wilayah pedesaan yang memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi.

“Potensi tersebut perlu dikelola secara seimbang agar mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kelestarian lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yudi, salah satu pendekatan yang terus didorong pemerintah daerah adalah Integrated Area Development (IAD) berbasis Perhutanan Sosial. Konsep tersebut mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan, perhutanan sosial tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian kawasan hutan, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Melalui pendekatan ini, perhutanan sosial tidak hanya dipandang sebagai upaya menjaga kawasan hutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, peningkatan kapasitas kelompok, pengolahan hasil hutan, serta perluasan akses pasar,” katanya.

Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan kawasan yang berkelanjutan melalui program perhutanan sosial berbasis pemberdayaan masyarakat.