Liputan24.Net, Banjarbaru – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru memetakan tiga isu strategis daerah sepanjang 2026, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan, pencegahan konflik sosial, hingga pengawalan program pembangunan daerah.

Tiga tantangan utama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda yang dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).

“Yang kita perlukan adalah menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektoral, terutama dalam menghadapi tiga tantangan utama ini,” ujar Lisa.

Pada sektor Karhutla dan kekeringan, strategi difokuskan pada penguatan deteksi dini titik api, penyediaan pasokan air bersih bagi warga terdampak, serta edukasi penanganan lahan. Penanganan ini dinilai vital karena berdampak langsung pada kesehatan, ketersediaan air, dan roda ekonomi warga.

Terkait potensi konflik sosial, Forkopimda memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, unsur intelijen, serta tokoh masyarakat dan agama melalui pendekatan dialogis. Di saat bersamaan, pemerintah memantau stabilitas pasokan dan harga bahan pokok untuk menjaga ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.

Sementara pada pengawalan program prioritas, stabilitas keamanan menjadi kunci agar target pembangunan daerah berjalan lancar. Lisa menginstruksikan seluruh instansi memperketat saluran komunikasi agar setiap dinamika di lapangan dapat direspons secara cepat dan terukur.