Liputan 24.net – Kalsel . Diiringi Raungan sirena pembangunan Kodam Lambung Mangkurat rezmi dimulai pengerjaan.
Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Kodam Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Rencana besok kita ground breaking dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk membangun Makodam yang Insya Allah dihadiri Wakasad,” kata dia di Banjarmasin, Selasa.

Pangdam mengungkapkan, pembentukan Kodam di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat yang menargetkan setiap provinsi di Indonesia memiliki markas komando daerah masing-masing.

Saat ini, wilayah Kalsel masih berada di bawah naungan Kodam XII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangka Raya.

“Tugas saya sejak ditunjuk menjadi Pangdam tahun lalu adalah menyiapkan pembentukan Kodam di Kalsel,” ungkapnya.

Pangdam mengaku terus berkomunikasi intens dengan Gubernur, terkait lahan serta anggaran yang sudah dialokasikan.

Skemanya adalah sinergi, setengah dari pemerintah daerah dan setengah lagi dari pemerintah pusat.

Pembangunan Makodam Lambung Mangkurat ini ditargetkan selesai dan diresmikan pada tahun 2027.

Terkait penamaan, Pangdam menegaskan pihaknya telah mengusulkan nama Kodam Lambung Mangkurat ke tingkat pusat.

Nama ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan untuk menghargai sejarah dan aspirasi masyarakat Banua di Kalimantan Selatan.

“Kita tidak boleh lupa sejarah. Awalnya memang ada Kodam Lambung Mangkurat di Kalsel sebelum adanya Kodam di Kalteng. Kami mengusulkan nama itu tetap digunakan agar marwah pahlawan kita, Lambung Mangkurat, tetap terjaga,” tambahnya.

Selain untuk menjaga stabilitas keamanan, keberadaan Kodam baru diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan.

Pangdam mengambil contoh perkembangan pesat di Kalimantan Tengah sejak berdirinya Kodam di sana.

Selain Makodam, TNI AD juga tengah mengembangkan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di setiap kabupaten.

Saat ini sudah ada empat batalyon yang eksis di Kalsel dan akan terus ditambah secara bertahap.

Dia memaparkan, setiap batalyon nantinya akan diisi sekitar seribu personel. Jika satu anggota memiliki gaji minimal Rp5 juta, maka ada banyak perputaran uang dan dampak ekonominya bagi kabupaten tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi pasti akan berjalan di setiap daerah,” terang Pangdam optimis.