Martapura, Liputan24.Net – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar menggelar Pencanangan dan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di halaman Kantor Bupati Banjar, Jumat (12/6/2026) pagi.

Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Banjar, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyediakan data ekonomi yang berkualitas.

Agenda tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perwakilan dunia usaha, serta ratusan petugas lapangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, bertindak sebagai pembina apel mewakili Bupati Banjar. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional 10 tahunan untuk memotret potensi ekonomi riil Indonesia.

Pendataan lapangan secara door-to-door dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sensus ini bertujuan menghasilkan data akurat terkait karakteristik usaha, sebaran, hingga perkembangan ekonomi digital dan lingkungan.

“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, aparat desa, pelaku usaha, serta masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ujar Yudi.

Bagi Kabupaten Banjar sendiri, lanjut Sekda, hasil sensus ini akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan, penguatan UMKM, penyerapan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ia mengimbau masyarakat agar memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas. Menurutnya, partisipasi aktif warga adalah kunci utama keberhasilan agenda ini.

Yudi juga memberikan apresiasi kepada para petugas lapangan yang menjadi ujung tombak pengumpulan data. Ia meminta seluruh petugas menjaga integritas, profesionalisme, disiplin, dan etika saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Kepada perangkat daerah, pihak keamanan, dan para pelaku usaha, berikan dukungan penuh sesuai kewenangan masing-masing. Bangun komunikasi yang baik dengan BPS agar seluruh tahapan berjalan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Banjar, Roy Suryanto, menyatakan kesiapan penuh jajarannya. Sebanyak 563 petugas sensus yang telah lulus pelatihan siap diterjunkan ke 20 kecamatan di Kabupaten Banjar.

“Ada 563 petugas yang akan melakukan pendataan secara door-to-door, baik pada rumah tangga maupun bangunan usaha,” jelas Roy.

Roy memastikan seluruh proses pendataan dilakukan secara objektif dan profesional. Ia juga menjamin kerahasiaan data responden berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Melalui SE2026, diharapkan lahir data statistik yang valid sebagai dasar perencanaan pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Banjar yang maju, mandiri, dan sejahtera.