Liputan 24net – Kal- Sel . Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan bersama Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, instansi vertikal, serta seluruh pemerintah kabupaten kota se-Kalimantan Selatan.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, seluruh personel dan peralatan telah disiapkan agar dapat bergerak cepat saat muncul titik api di lapangan.

“Hari ini kita mengadakan apel kesiapsiagaan untuk kebakaran hutan dan lahan bersama Forkopimda dan instansi vertikal yang lainnya dan seluruh bersama Bupati Wali Kota se-Kalimantan Selatan,” ujarnya usai Apel di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalsel, Senin (6/7/26).

Bandara Syamsudin Noor Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan
Pemprov Kalsel Tetapkan Status Siaga Karhutla, Gubernur Prioritaskan Pengamanan Ring 1 Bandara
Menurutnya, hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan seluruh unsur siap berkoordinasi untuk melakukan pemadaman sejak dini sehingga kebakaran tidak meluas.

“Jadi mudah-mudahan nanti kalau ada titik api langsung kesiapsiagaan ini dilaksanakan,” ucapnya.

Muhidin mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, sejumlah kebakaran yang ditemukan berawal dari api kecil yang ditinggalkan hingga akhirnya membesar dan sulit dikendalikan.

“Tentunya kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan mulai saat ini jangan lagi membakar lahan atau membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat terdekat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

“Kalau ada titik api laporkan kepada Kepala Desa dan Polsek, Bhabinkamtibmas, Babinsa yang ada di daerah terdekat,” tuturnya.

Selain itu, kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena kabut asap berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan.

Sehingga seluruh instansi terkait diminta tetap siaga sambil menunggu penetapan status siaga karhutla yang direncanakan dalam waktu dekat.

“Mungkin kami akan mengeluarkan dalam minggu ini siaga ya,” tutupnya. ( fmi)