Liputan24.Net, Banjarbaru — PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar mengintensifkan pengaturan distribusi air ke wilayah-wilayah yang berada di ujung jaringan pelayanan. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan konsumsi air bersih selama musim kemarau sekaligus menjaga kelancaran pasokan bagi pelanggan.

Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi PTAM Intan Banjar, Bayu Cipta Setiawan Bisma, mengungkapkan bahwa peningkatan konsumsi selama musim kemarau memicu penurunan tekanan air, terutama pada jam-jam puncak penggunaan.

“Kebutuhan air bersih saat musim kemarau memang lebih tinggi. Dampaknya, tekanan air di kawasan ujung jaringan menurun sehingga aliran tidak optimal, khususnya pagi dan sore hari. Kami menyiagakan tim transmisi dan distribusi wilayah Banjarbaru dan Martapura untuk melakukan pengaturan berkala dari pagi hingga malam,” ujar Bayu, Senin (20/7/2026).

Saat ini, PTAM Intan Banjar menyalurkan pasokan air bersih sekitar 450 liter per detik yang keberlangsungannya juga bergantung pada ketersediaan air baku dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Banjarbakula.

Dua wilayah yang paling terdampak penurunan tekanan ini berada di area ujung jaringan, yakni Kecamatan Cempaka di Kota Banjarbaru dan kawasan Dalam Pagar di Kabupaten Banjar.

Untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan saat tekanan air turun, PTAM Intan Banjar mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk rutin menampung air saat aliran dalam kondisi normal.

Selain rekayasa jaringan, PTAM Intan Banjar juga menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyalurkan bantuan air bersih secara langsung menggunakan mobil tangki.

“Kebutuhan distribusi air saat ini tidak bisa kami tangani sendiri. Kami berkolaborasi dengan BPBD yang mengerahkan dua armada tangki, sementara PTAM Intan Banjar menyiapkan empat unit armada untuk mendistribusikan air bersih,” pungkasnya.