Liputan24.Net, Banjarbaru — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan fasilitas keselamatan di ruas Jalan Banjarbaru–Batulicin menyusul insiden kecelakaan lalu lintas pada Sabtu (1/8/2026). Selain menambah rambu dan penerangan jalan, PUPR Kalsel juga mempercepat perbaikan geometrik di sejumlah titik rawan.

Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, melalui Kasi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan Misna Uttri Wiharti, menyampaikan bahwa peninjauan lokasi telah dilakukan bersama Polda Kalsel, Polres Tanah Bumbu, serta Dinas Perhubungan. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi fisik jalan di titik lokasi kejadian sebenarnya dalam keadaan laik fungsi.

“Secara teknis kondisi jalan baik, permukaan mulus, tersedia bahu jalan, serta didukung marka yang jelas. Namun, karena kontur jalur ini melintasi kawasan pegunungan dan perbukitan, penambahan prasarana keselamatan tetap kami perketat,” ujar Misna, Rabu (5/8/2026).

PUPR Kalsel berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PLN untuk mendirikan Penerangan Jalan Umum (PJU), menambah papan imbauan, serta memasang rambu pengarah. Pengendara juga diimbau mematuhi batas kecepatan maksimal, yakni 60 km/jam pada jalur lurus dan 40 km/jam saat melintasi tikungan.

Sebagai langkah penanganan permanen, perbaikan geometrik jalan saat ini tengah berlangsung di empat titik rawan. Kawasan Kelok 12 dan Gunung Papua ditangani melalui dukungan APBN, sementara kawasan Bunglai dan Temunih dibiayai APBD Kalsel 2026.

“Progres pekerjaan yang dibiayai APBD saat ini sudah melampaui 40 persen. Langkah berkelanjutan ini kami lakukan bersama Forum Lalu Lintas agar penanganan keselamatan di ruas Banjarbaru–Batulicin makin optimal,” pungkas Misna.