Liputan24.net – Kabupaten Banjar. Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar mulai menunjukkan perkembangan positif. Jumlah kejadian yang ditangani petugas turun dari sebelumnya delapan hingga 10 kejadian per hari menjadi sekitar empat kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, penurunan tersebut menunjukkan kondisi karhutla mulai dapat dikendalikan.

“Dalam satu hari ada sampai delapan, sepuluh kejadian, hari ini tadi ada empat kejadian. Turun dan bisa dikendalikan,” ujar Wasis, Sabtu (5/9/2026).

Meski jumlah kejadian menurun, luas lahan terdampak sejak status siaga darurat bencana ditetapkan pada 15 Juli 2026 telah mencapai 1.192 hektare. Kondisi tersebut menunjukkan penanganan karhutla masih menjadi perhatian, terutama di wilayah lahan gambut.

Salah satu kejadian terjadi di lahan Desa Gudang Tengah (Sungai Duhat), Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (5/9/2026) sore. Kebakaran menghanguskan sekitar 0,7 hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar, pakis, purun, akasia dan galam.

BPBD Kabupaten Banjar bersama PMI, BPK Kula, relawan BPBD, BPK/PMK dan relawan gabungan melakukan penanganan sejak pukul 14.37 hingga 16.04 WITA. Petugas melakukan asesmen, pemadaman dan pemantauan pascapenanganan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penyebab kebakaran di lokasi tersebut masih belum diketahui. Hingga penanganan selesai.

Wasis menegaskan, tantangan penanganan karhutla masih terdapat pada lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul meski api di permukaan telah dipadamkan. (Liputan24.net/MCBanjar/Fhm)