Liputan24.Net – Kabupaten Banjar. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar, I Gusti Nyoman Yudiana, menjadi sorotan menyusul beredarnya sejumlah isu mengenai persoalan pribadi dan dugaan transaksi proyek di lingkungan instansi yang dipimpinnya.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, dalam sepekan terakhir. Salah satu yang mencuat adalah dugaan penawaran proyek senilai Rp3 miliar yang disertai penerimaan commitment fee di awal.

Seorang aktivis LSM di Kabupaten Banjar menyebut dirinya memperoleh informasi mengenai dugaan transaksi tersebut. Menurutnya, proyek yang dijanjikan itu diduga fiktif.

“Informasi yang saya dapat, yang bersangkutan dugaannya menjanjikan proyek senilai Rp3 miliar di Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar dan sudah menerima commitment fee di awal,” ungkapnya.

Meski demikian, aktivis tersebut mengaku belum mengetahui kepastian hukum atas dugaan itu.

“Kalau kepastian hukumnya saya belum tahu, tetapi isu itu yang berkembang kuat di luar,” tambahnya.

Bupati Banjar Saidi Mansyur turut dimintai tanggapan mengenai persoalan yang menyeret salah satu pejabat di lingkungan pemerintah daerah tersebut. Saidi menyatakan Nyoman telah berjanji menyelesaikan persoalan yang dimaksud secara mandiri.

“Urusan pribadi, berjanji menyelesaikan,” tegas Saidi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan sejumlah awak media di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar di kawasan Indrasari, Nyoman belum terlihat saat pemantauan dilakukan. Upaya konfirmasi melalui telepon juga belum mendapat jawaban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi langsung dari I Gusti Nyoman Yudiana mengenai berbagai dugaan yang beredar tersebut. Dugaan transaksi proyek maupun persoalan lainnya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. (Liputan24.net/Fhm)