Liputan24.net – Banjar. Grand Final Festival Becatuk Dauh Kabupaten Banjar Tahun 2026 berlangsung meriah di Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Rabu (4/3/2026) malam.

Suasana alun-alun dipadati penonton yang antusias memberikan tepuk tangan dan sorakan dukungan kepada para finalis. Setiap grup tampil percaya diri membawakan irama dauh dengan intonasi, ekspresi, dan improvisasi yang memikat perhatian dewan juri maupun masyarakat.

Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar (Disbudporapar) yang konsisten menggelar festival sejak 2018.

“Festival Becatuk Dauh ini adalah ikhtiar kita bersama untuk merawat warisan leluhur. Malam ini kita bukan hanya menyaksikan lomba memukul bedug, tetapi juga menyaksikan denyut nadi budaya Banjar,” ujarnya.

Menurutnya, Becatuk Dauh merupakan tradisi masyarakat Banjar yang telah ada jauh sebelum hadirnya teknologi modern. Dahulu, suara dauh menjadi penanda waktu sahur, imsak, dan berbuka puasa, sekaligus media syiar Islam yang menyatukan warga.

Namun, seiring perkembangan zaman, fungsi dauh mulai tergeser oleh penggunaan sirene dan pengeras suara. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi tersebut melalui festival tahunan.

“Jika tidak kita rawat, generasi muda hanya akan mengenal dauh sebagai benda mati di musala tanpa memahami nilai dan kekayaan iramanya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H. Irwan Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kebudayaan sekaligus agenda tahunan yang telah tercantum dalam Calendar of Event Disbudporapar Tahun 2026.

Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026 merupakan kelanjutan dari babak penyisihan yang diikuti 21 grup peserta, yang telah digelar pada 10 dan 11 Februari 2026 di lokasi yang sama. Dari tahap tersebut, terpilih 9 grup finalis yang bertanding pada malam puncak.

“Para finalis memperebutkan sembilan kategori juara, yakni Juara 1, 2, dan 3; Juara Harapan 1, 2, dan 3; Juara Favorit; Juara Pelestari; serta Juara Busana Terbaik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 2027 mendatang pihaknya berencana meningkatkan cakupan lomba ke tingkat Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut), bahkan hingga tingkat provinsi dengan dukungan berbagai pihak.

Festival secara resmi dibuka dengan pemukulan bedug oleh Wakil Bupati Banjar bersama unsur Forkopimda, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Disbudporapar sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap tradisi Becatuk Dauh tetap lestari dan menjadi kebanggaan generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya Banjar. (Liputan24.net/Fhm)