Habiburokhman: MBG Masuk Dana Pendidikan karena Sasaranya Siswa
Liputan24.net — Jakarta. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menanggapi polemik mengenai masuknya anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam pos dana pendidikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menilai langkah tersebut memiliki dasar yang jelas karena penerima manfaat program tersebut adalah para pelajar.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa siswa merupakan bagian penting dari sistem pendidikan, sehingga program yang menyasar mereka secara langsung masih relevan ditempatkan dalam anggaran pendidikan.
“Masuknya MBG ke dalam anggaran pendidikan memiliki alasan kuat, karena penerimanya adalah siswa yang menjadi komponen utama dalam sistem pendidikan,” ujar Habiburokhman melalui pesan singkat, Rabu (4/3).
Habiburokhman juga menegaskan bahwa pengalokasian anggaran untuk program MBG tidak menghilangkan pos penting dalam sektor pendidikan. Menurutnya, pemerintah justru meniadakan kegiatan yang dinilai tidak efisien dan berpotensi menimbulkan praktik korupsi.
“Tidak ada anggaran penting yang dihapus. Yang dilakukan adalah menghilangkan kegiatan yang tidak efisien serta rawan korupsi di sektor pendidikan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung sekaligus mengawasi implementasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Menurutnya, program MBG memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
“Program ini sangat baik dan bermanfaat bagi anak-anak kita. Persetujuan anggarannya sudah disepakati, sekarang yang terpenting adalah mengawal pelaksanaannya agar tidak terjadi penyimpangan,” katanya.
Dalam pernyataannya, Habiburokhman juga menyinggung tantangan debat terkait MBG yang sebelumnya disampaikan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu, kepada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia menyarankan agar Adian berdiskusi atau berdebat mengenai kebijakan tersebut dengan Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, yang juga berasal dari PDIP.
Habiburokhman menambahkan bahwa pada dasarnya seluruh fraksi di DPR telah menyetujui penggunaan sebagian anggaran pendidikan untuk mendukung program MBG.
“Nilai seorang politisi seharusnya terlihat dari keberpihakannya kepada rakyat kecil serta konsistensi antara sikap dan ucapan. Jangan sampai demi mencari panggung politik, kita menjadi membabi buta,” pungkasnya. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan