Banjarbaru, Liputan24.Net – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Jasa Konstruksi Tahun 2026 di Aula Kantor PUPR Kalsel, Banjarbaru, Selasa (7/4/2026). Pertemuan ini fokus pada penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas tenaga kerja demi mewujudkan infrastruktur daerah yang berdaya saing.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran sub-urusan jasa konstruksi di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Rapat koordinasi ini adalah upaya bersama memperkuat peran jasa konstruksi yang difasilitasi melalui Bidang Bina Konstruksi. Tujuannya agar penyelenggaraan konstruksi di daerah berjalan lebih terstruktur dan profesional,” ujar Yasin.

Dua Pilar Utama: Lembaga dan SDM

Dalam arahannya, Yasin menyoroti dua aspek kunci untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan:

  1. Penguatan Kelembagaan: Meningkatkan kapasitas organisasi dan kejelasan fungsi antar pemangku kepentingan agar sesuai dengan regulasi terbaru.
  2. Kompetensi SDM: Mendorong sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kerja konstruksi agar mampu bersaing di tingkat nasional.

“Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan tidak hanya soal hasil fisik, tetapi juga proses yang berkualitas dan ramah lingkungan. Hal ini mustahil tercapai tanpa dukungan lembaga yang kuat dan SDM yang kompeten,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor

Yasin juga menekankan pentingnya keselarasan program antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Sinergi ini diperlukan untuk menciptakan iklim usaha konstruksi yang sehat dan kompetitif di Kalimantan Selatan.

Ia berharap para peserta rakor dapat memberikan masukan konstruktif yang dapat segera diimplementasikan di wilayah masing-masing setelah kegiatan berakhir.

“Kami meminta seluruh peserta aktif berkontribusi agar hasil rakor ini memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.