Martapura, Liputan24.Net – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, melakukan aksi bersih-bersih sampah (korve) di kawasan Pasar Batuah dan Taman Cahaya Bumi Selamat Martapura. Kegiatan ini dilakukan setelah Apel Siaga dan Korve, Senin (20/4/2026) siang.

Aksi turun ke lapangan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Asri sekaligus tindak lanjut arahan Presiden RI terkait penguatan koordinasi pengelolaan lingkungan di daerah. Dalam kegiatan tersebut, tampak Menteri LH dan Bupati Banjar tidak segan memungut sampah bersama unsur Forkopimda, pelajar, dan Satgas Pramuka.

“Kegiatan korve ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya stimulan agar masyarakat tergerak menjaga kebersihan lingkungannya secara mandiri dan rutin,” tegas Hanif Faisol Nurofiq saat memimpin apel siaga.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banjar

Menteri LH memaparkan data bahwa Kabupaten Banjar menghasilkan sekitar 362 ton sampah per hari. Meski 265 ton di antaranya sudah terkelola dengan sistem controlled landfill di TPA Kencana, masih terdapat sekitar 27 persen sampah yang memerlukan penanganan serius.

Hanif juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar yang telah berani menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) sejak awal 2025.

“Langkah selanjutnya adalah menekan volume sampah organik yang masuk ke TPA dengan cara memperkuat pemilahan langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga,” tambahnya.

Komitmen Daerah dan Nilai Ekonomi Sampah

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menegaskan bahwa pembersihan lingkungan melalui semangat kebersamaan atau korve akan terus digalakkan. Pemkab Banjar telah menyiapkan dukungan anggaran serta sarana prasarana yang memadai untuk mendukung target daerah bersih.

Ia juga menyoroti peran strategis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Bank Sampah dalam mengedukasi warga.

“Pilah sampah dari hulu tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat. Kami ingin pengelolaan sampah menjadi sumber kemandirian ekonomi baru,” ujar Saidi.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan partisipan, mulai dari Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banjar Nurgita Tiyas, Jajaran SKPD, Perusda Pasar Bauntung Batuah, serta jejaring Bank Sampah se-Kabupaten Banjar.

Aksi kolaboratif ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banjar untuk menjadikan budaya bersih sebagai gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan daerah yang asri dan berkelanjutan.