Liputan 24.net – Kal-Sel. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani jagung di wilayah Kalimantan Selatan, Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kalsel menggelar kegiatan sosialisasi mengenai fasilitas kredit atau pembiayaan KUR Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) tanpa agunan tambahan dengan suku bunga rendah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mathilda Polresta Banjarmasin pada hari Kamis (7/5/2026).

Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Kalsel didampingi Kabag Binkar Ro SDM Polda Kalsel ini dihadiri Assistant Vice PPresiden, Senior Manager Area Kalimantan Selatan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kalsel, Wakapolres, Kasat Reskrim dan Kapolsek jajaran Polda Kalsel, Tokoh tani atau perkumpulan kelompok tani, para penyuluh pertanian, PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) sebagai tenaga ahli dan penyuluh pertanian swadaya atau PPP.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan petani jagung dari sejumlah wilayah di Kalsel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kemudahan akses permodalan. Keunggulan program KUR Himbara yang disosialisasikan adalah tidak adanya kewajiban agunan tambahan serta bunga rendah, sehingga sangat meringankan petani dalam mengembangkan usahanya.

Karo SDM Polda Kalsel Kombes Pol Maulana Hamdan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh program pemerintah dalam mendorong sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. “Kami ingin petani jagung di Kalsel lebih sejahtera. Melalui KUR ini, mereka bisa mengembangkan lahan, membeli bibit unggul, serta alat pertanian tanpa dibebani jaminan tambahan,” ujarnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan dan sesi tanya jawab yang menghadirkan narasumber dari perbankan Himbara. Beberapa petani mengaku mendapatkan informasi baru terkait persyaratan dan skema pembayaran yang fleksibel. Kegiatan ini turut didukung penuh oleh Polresta Banjarmasin sebagai tuan rumah.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan petani jagung tidak lagi kesulitan mendapatkan modal usaha dan mampu meningkatkan hasil panen, sehingga kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah dapat terwujud.