Liputan 24. net – Banjarbaru. Satgas BBM Polres Banjarbaru Terus Pantau pendistribusian BBM di sejumlah SPBU, Jumat ( 15/5/26 ) . Menindaklanjuti keluhan para sopir angkutan terkait praktik pungutan liar (pungli) parkir dan antrean BBM, Satuan Tugas (Satgas) BBM Polres Banjarbaru menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik SPBU dan AKR pada Jumat (15/5/2026).

Langkah tegas ini merupakan instruksi langsung Kapolda Kalsel melalui Kapolres Banjarbaru guna memastikan distribusi bahan bakar, khususnya Biosolar, kembali normal dan bersih dari intervensi oknum preman.

Sidak dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ari Handoyo.

Petugas menyisir lima titik vital, di antaranya dua SPBU AKR di Jalan Trikora Banjarbaru, satu SPBU LIK Liang Anggang, serta dua SPBU di Jalan Ahmad Yani Kota Banjarbaru.

Dalam pantauan lapangan, situasi di lokasi-lokasi tersebut terpantau kondusif. Salah satu gerai AKR di Jalan Trikora terpantau ditutup portal sehingga tak ada antrean, sementara distribusi di SPBU lainnya mengalir tanpa hambatan.

Kompol Agus Sugianto melakukan dialog dan interogasi langsung dengan para sopir serta pengawas SPBU untuk memastikan tidak ada lagi “biaya tambahan” yang membebani para sopir.

“Kita lakukan kegiatan, disaksikan langsung oleh rekan-rekan media kita cross-check bahwa diakui para sopir tidak ada ditemukan lagi adanya pungutan, baik parkir maupun prioritas antrian atau pungutan-pungutan lain dari para preman,” ujar Kabag Ops Polres Banjarbaru, Kompol Agus Sugianto saat diwawancarai.

Ia menegaskan bahwa kondisi pasca-unjuk rasa di Kantor Gubernur Kalsel beberapa waktu lalu telah kembali normal. Namun, pihaknya tetap bersiaga penuh untuk mencegah praktik pungli muncul kembali.

“Kita langsung melakukan dialog dengan sopir, bahwa situasi yang sekarang sudah normal dan sudah tidak ada lagi hal-hal yang dipungut dari para sopir tersebut,” jelasnya.

Polres Banjarbaru juga katanya memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum yang mencoba bermain di area SPBU. Polisi menjamin keamanan para sopir dan membuka layanan pengaduan jika intimidasi kembali terjadi.

“Bila memang masih ada pungutan, silakan laporkan kepada kami. Kami siap menindaklanjuti 24 jam. Pengawasan rutin akan terus kami pertahankan demi kenyamanan bersama,” tegas Kabag Ops.

Kondisi kondusif di lapangan turut dirasakan oleh Roni, seorang sopir angkutan serbuk kayu ulin asal Liang Anggang.

Ia mengungkapkan bahwa pasca-aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, distribusi Biosolar kini kembali normal tanpa kendala berarti.

Roni mengaku tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar meski harus mulai mengantre sejak pukul 08.00 Wita.

“Tadi antre dari jam 8-an, dapat solar aman aja sekarang gak ada kesusahan, kadang memang mengisi di sini,” ungkap Roni.

Selain akses masuk SPBU yang lebih mudah, ia juga merasa lega karena tidak ada lagi beban biaya parkir liar yang sempat dikeluhkan para sopir.

Baginya, situasi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa sebelum demo, di mana stok BBM sering habis dan distribusi terasa sangat lambat.

“Aman aja masuknya gak diminta uang parkir. Sebelum demo itu memang agak susah, termasuk distribusinya agak lambat lah karena kadang habis dan di lain-lain pun habis juga banyak,” pungkas Roni.