Liputan24.Net, Banjarbaru — Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengantongi kembali Akreditasi Awal SNI ISO/IEC 17025:2017 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Keputusan ini tertuang dalam penetapan KAN tertanggal 17 Maret 2026 dengan nomor akreditasi LP-2244-IDN sebagai laboratorium penguji yang berlaku selama lima tahun.

Capaian tersebut menegaskan pengakuan atas kompetensi laboratorium dalam memberikan layanan pengujian konstruksi berskala nasional hingga internasional.

Kepala Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PUPR Kalsel, Widhe Prima Duanda, menyatakan bahwa pengakuan ini menjadi bukti komitmen pihak laboratorium dalam menjaga mutu layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pelaku jasa konstruksi.

“Akreditasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga mutu layanan pengujian dan meningkatkan kualitas laboratorium, baik dari sisi SDM, peralatan, maupun ruang lingkup pengujian,” ujar Widhe, Jumat (3/7/2026).

Pada proses akreditasi tahun ini, terdapat penambahan tiga parameter baru—meliputi analisa saringan, lolos saringan Nomor 200, dan kadar air—sehingga total parameter terakreditasi meningkat dari 12 menjadi 15 parameter.

Kepala Seksi Pengujian Laboratorium Bahan Konstruksi, Akhmad Suryadi, menjelaskan secara rinci 15 parameter yang telah terakreditasi tersebut mencakup: Kuat tekan bebas tanah kohesif, berat jenis, batas cair, batas plastis dan indeks plastisitas, batas susut, kepadatan ringan, kepadatan berat, kadar air, kuat tekan beton silinder dan kubus, berat jenis dan penyerapan air, analisa saringan, lolos saringan Nomor 200, keausan agregat, serta berat jenis dan penyerapan agregat kasar maupun halus.

Akhmad menegaskan, keberhasilan ini didukung oleh kesiapan tenaga teknis yang kompeten melalui berbagai pelatihan dari Kementerian PUPR maupun lembaga swasta bidang konstruksi.

“Alhamdulillah SDM kami sudah profesional dan seluruh teknisi telah ter-cover untuk melaksanakan seluruh parameter pengujian,” jelas Akhmad.

Ke depan, pihak laboratorium menargetkan penambahan lima parameter pengujian baru guna memperluas cakupan layanan. Akhmad juga mengimbau para kontraktor di Kalimantan Selatan untuk memanfaatkan fasilitas pengujian yang resmi terakreditasi ini.