Antisipasi Puncak Kemarau Agustus, Dinas PUPR Kalsel Perkuat Pasokan Air Irigasi dan Air Baku
Liputan24.Net, Banjarbaru — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus 2026. Langkah ini difokuskan pada pengamanan ketersediaan air irigasi pertanian dan ketersediaan air baku di sejumlah daerah rawan.
Mewakili Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Herry Ade Permana menyampaikan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan melalui Komisi Irigasi untuk menyusun strategi mitigasi.
“Untuk mendukung ketahanan pangan, kami telah mensosialisasikan percepatan masa tanam kepada para petani sebelum puncak kemarau tiba. Sejumlah infrastruktur irigasi juga sudah kami siapkan,” ujar Herry, Kamis (9/7/2026).
Sebagai basis penanganan teknis, PUPR Kalsel menerapkan peta mitigasi berbasis zona hasil kajian bersama Universitas Brawijaya. Pola ini membagi kawasan rawan kekeringan berdasarkan karakteristik wilayah agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Herry menyebut pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 2023 menjadi evaluasi penting dalam kesiapsiagaan tahun ini. Berbagai pekerjaan fisik rutin dan berkala telah dirampungkan, mulai dari pembangunan bangunan pengendali air, rehabilitasi saluran, hingga normalisasi sungai/saluran.
Di samping pengerjaan fisik, manajemen pintu air juga diperketat untuk menjaga cadangan air di area irigasi.
“Ada beberapa pintu air yang ditutup penuh untuk mempertahankan cadangan air. Sementara di lokasi tertentu, tinggi balok pintu air disesuaikan secara berkala agar debit air tetap terjaga,” jelasnya.
Sektor khusus seperti kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor juga menjadi fokus mitigasi lintas sektor bersama dinas kehutanan. Sejak Mei 2026, pembukaan pintu air di area tersebut telah dilakukan secara terukur guna menjaga kelembapan tanah dan mencegah kebakaran lahan.
PUPR Kalsel memastikan pemantauan lapangan dan pembersihan saluran akan terus berlangsung hingga puncak kemarau berakhir, guna memastikan seluruh infrastruktur irigasi berfungsi optimal.





Tinggalkan Balasan