Tim Jibom Datasemen Gegana Satbrimob Polda Kalsel Ledakan Granat sisa PD 11
Liputan 24net – Kabupaten Banjar . Temuan Granat gegerkan Warga Desa Aranio, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, penemuan sebuah granat tangan jenis granat nanas di pinggiran sungai, Senin (13/7/2026).
Granat tersebut ditemukan warga saat beraktivitas di sekitar lokasi. Menyadari benda itu diduga sebagai bahan peledak, warga segera melaporkan temuannya kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, personel piket Polsek Aranio langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi (police line), serta mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun menyentuh benda tersebut demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolsek Aranio kemudian berkoordinasi dengan Unit Keamanan Negara (Kamneg) Satintelkam Polres Banjar. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel untuk dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Setelah tiba di lokasi, Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalsel melakukan identifikasi terhadap benda tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, granat itu dipastikan merupakan granat tangan jenis granat nanas buatan tahun 1916, yang diduga merupakan sisa peninggalan masa perang kemerdekaan.
Demi menjamin keselamatan masyarakat, tim kemudian mengevakuasi granat ke lokasi yang jauh dari permukiman warga sebelum dilakukan pemusnahan (disposal) sesuai standar operasional prosedur (SOP) penanganan bahan peledak.
Selama proses evakuasi hingga pemusnahan berlangsung, personel Polsek Aranio bersama instansi terkait melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta terus mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area disposal.
Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli melalui Kasi Humas Polres Banjar AKP Alfiannoor, mengimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan benda yang diduga sebagai bahan peledak atau peninggalan perang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Segera laporkan kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” imbau AKP Alfiannoor.
Ia menambahkan, koordinasi cepat antara masyarakat, Polsek Aranio, Polres Banjar dan Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalsel, membuat proses pengamanan hingga pemusnahan dapat berlangsung dengan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Situasi kamtibmas di wilayah Desa Aranio tetap kondusif,” tutupnya. ( fmi)





Tinggalkan Balasan