Koperasi Merah Putih Siap Dibangun Di 22 Titik Sebagai Prioritas 2026
Liputan 24.net— Tabalong. Pemerintah Kabupaten Tabalong menargetkan pengembangan Koperasi Merah Putih di 22 titik prioritas pada tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak usaha rakyat yang merata hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Pengembangan Koperasi Merah Putih dimatangkan melalui sinergi lintas perangkat daerah, dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai leading sector, didukung Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan sebagai mitra pelaksana.
Kepala Dinas PMD Tabalong, Adityapula Nugraha, menyampaikan bahwa pada tahap awal pemerintah daerah memilih memfokuskan pengembangan di 22 titik utama yang tersebar di seluruh kecamatan.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana usaha secara bertahap dan terukur.
Meski demikian, program Koperasi Merah Putih ke depan direncanakan menjangkau seluruh 131 desa dan kelurahan di Kabupaten Tabalong.
Pemerintah daerah optimistis, pendekatan bertahap akan membuat koperasi lebih siap menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Selain sebagai penguatan kelembagaan ekonomi desa, Koperasi Merah Putih juga dirancang menjadi pusat layanan usaha masyarakat.
Beragam unit usaha akan dihadirkan sesuai kebutuhan warga, mulai dari gerai sembako, pemasaran produk pertanian dan ketahanan pangan desa, alat kesehatan dan apotek, hingga unit perdagangan lainnya.
“Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat desa dan menjadi pengungkit ekonomi lokal,” ujar Adityapula.
Ia mengakui, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan koperasi.
Namun pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai alternatif solusi, seperti sistem pinjam pakai, sewa lahan, hingga pemanfaatan aset yang tersedia agar pembangunan tetap berjalan sesuai target.
Hingga saat ini, progres pembangunan sarana usaha Koperasi Merah Putih, termasuk gerai dan gedung pendukung, telah mencapai sekitar 30 hingga 40 persen.
Pemerintah daerah optimistis capaian ini akan terus meningkat seiring penguatan koordinasi lintas sektor.
Melalui pengembangan Koperasi Merah Putih, Pemkab Tabalong menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa, sekaligus sarana memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah





Tinggalkan Balasan