Pengecekan Pertumbuhan Lahan Jagung Pakan Di Lahan Desa Uwie
Liputan 24.net—Tabalong .Telah dilaksanakan kegiatan pengecekan pertumbuhan lahan jagung pakan di lahan Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, pada Senin (27/4) pagi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan pertanian milik Desa Uwie dengan melibatkan personel Brigadir Rony dan Bripda M. Inam. Pengecekan dilakukan untuk memantau kondisi pertumbuhan tanaman jagung serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan.
Berdasarkan hasil pengecekan, lahan jagung yang dikelola oleh Mulyadi memiliki luas sekitar 2 hektare dengan jenis tanaman jagung pakan. Umur tanaman diperkirakan sekitar 20 hari sejak masa tanam pada 18 Februari 2026, dengan estimasi panen pada 19 Mei 2026. Adapun pola tanam yang diterapkan adalah monokultur, dengan sumber air mengandalkan tadah hujan dan sumur, serta status kepemilikan lahan milik Desa Uwie.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala, di antaranya lahan yang masih bergantung pada curah hujan, sehingga sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Selain itu, pasca penanaman pada Februari lalu, kondisi cuaca yang cukup panas menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang maksimal sehingga perlu dilakukan tambal sulam. Ditemukan pula adanya hama ulat yang memakan daun tanaman, sehingga diperlukan pengawasan lebih lanjut.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan, dengan pengolahan lahan menggunakan traktor serta melibatkan tenaga kerja dari kelompok tani (Poktan).
Dikonfirmasi secara terpisah pada Selasa (28/4) pagi, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap sektor pertanian masyarakat, khususnya dalam menjaga produktivitas lahan serta mengantisipasi berbagai kendala di lapangan, sehingga hasil panen ke depan dapat optimal,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan