Dari SD dan SMP, Banjar Mulai Petakan Potensi Atlet Muda Lewat Kejurda 2026
Liputan24.net – Kabupaten Banjar. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar 2026 tingkat SD dan SMP resmi dimulai di Kabupaten Banjar. Pembukaan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea di Stadion Demang Lehman Martapura, Senin (28/9/2026).
Kejurda tersebut mempertandingkan empat cabang olahraga, yakni atletik, bola voli, bola basket dan gulat. Ajang ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjar menjaring sekaligus memetakan potensi atlet muda untuk pembinaan berkelanjutan.
Yudi Andrea mengatakan, atlet potensial yang teridentifikasi melalui Kejurda akan dipersiapkan melalui proses pembinaan untuk dapat mewakili Kabupaten Banjar pada kejuaraan tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Pemkab Banjar juga berkomitmen memberikan perhatian dan penghargaan kepada atlet berprestasi agar tetap membela daerah dan tidak berpindah ke daerah lain.
“Melalui ajang ini para pelajar dapat banyak belajar mengenai arti penting bertanding secara jujur, menjaga sportivitas, serta terus meningkatkan kualitas diri untuk melangkah ke tingkat kejuaraan provinsi,” tambahnya.
Yudi juga mengingatkan seluruh peserta dan perangkat pertandingan, termasuk pelatih dan wasit, untuk menjaga kejujuran serta sportivitas selama kompetisi.
Kepala Disbudporapar Banjar H Irwan Jaya melalui Kabid Olahraga Ahmad Yasser Noor Hafidz mengatakan, Kejurda berlangsung selama 14 hari, 28 September hingga 9 Oktober 2026, dengan lokasi pertandingan disesuaikan dengan masing-masing cabang olahraga.
Atletik dipusatkan di Stadion Demang Lehman, gulat di SMP Negeri 4 Martapura, bola basket di Lapangan Basket Albasia Martapura, sedangkan bola voli digelar di Lapangan Demang Lehman.
Menurut Yasser, pendaftaran atletik telah ditutup, sementara pendaftaran untuk gulat, bola basket dan bola voli masih dibuka hingga H-1 pelaksanaan Technical Meeting.
Pertandingan diawali dari cabang atletik yang berlangsung hingga Rabu, kemudian dilanjutkan dengan tiga cabang olahraga lainnya.
Ia menjelaskan, Kejurda tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pemetaan dan pembaruan data dasar potensi atlet pelajar Kabupaten Banjar.
“Hasil dari kejuaraan ini menjadi baseline bagi kita untuk melakukan pelatihan secara berkelanjutan, meskipun para pemenang tidak serta merta langsung dikirim ke tingkat selanjutnya tanpa proses pelatihan lanjutan,” tutupnya. (MCBanjar/Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan