Liputan24.Net, Banjarbaru — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan memperketat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membasahi kawasan gambut rawan terbakar di sepanjang Jalan Bandara hingga mengoptimalkan penampungan air di Guntung Damar.

Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, melalui Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Herry Ade Permana, menyampaikan bahwa setelah menuntaskan pembasahan di Blok E, C, dan F Tegal Arum, fokus operasi kini digeser ke kawasan Jalan Bandara dekat SPBU yang berada di antara Sungai Kemuning dan saluran drainase bandara.

“Kami menyiagakan 20 unit pompa dompeng yang dikombinasikan dengan penyekatan saluran (kisdam atau tabat) untuk menaikkan elevasi air di Jalan Bandara. Pembasahan secara estafet ini dirancang agar kelembapan tanah terjaga hingga ke sekitar Masjid Kapal Muzalan,” ujar Herry di Banjarbaru.

Selain pembasahan darat, Dinas PUPR Kalsel telah melakukan pengerukan dan pemeliharaan Embung Guntung Damar selama lebih dari satu bulan. Upaya ini difokuskan untuk memfasilitasi kebutuhan pasokan air untuk penanganan karhutla dari udara.

“Pemeliharaan embung bertujuan menyediakan volume dan elevasi air yang cukup tinggi sehingga helikopter water bombing dapat mengambil air dengan optimal,” jelasnya.

Herry menambahkan, lahan gambut sangat rentan terbakar apabila elevasi air menurun hingga membuat struktur tanah dan perakaran mengering. Oleh karena itu, Pemprov Kalsel terus memacu pengelolaan tata air terpadu melalui pembangunan pintu-pintu air retensi, tabat, dan jaringan irigasi guna menjaga kelembapan gambut secara berkelanjutan.