Liputan24.net – Banjarbaru. Ketersediaan sejumlah komoditas pangan di Kota Banjarbaru pada September 2026 tercatat melampaui kebutuhan bulanan. Pemerintah kota pun mendorong stabilitas harga sekaligus memperluas akses pemasaran bagi petani lokal.

Hal tersebut menjadi perhatian Wali Kota Banjarbaru Hj Erna Lisa Halaby saat melakukan inspeksi mendadak di Kios Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Rabu (30/9/2026). Dalam peninjauan itu, ia memeriksa stok dan harga beras, gula konsumsi, minyak goreng, serta telur ayam.

Berdasarkan data pasokan September 2026, stok beras mencapai 1.829 ton dengan surplus 422,44 ton dari kebutuhan bulanan. Sementara itu, surplus gula konsumsi tercatat 201,61 ton, minyak goreng 109,45 ton, dan telur ayam 87,02 ton.

Meski pasokan mencukupi, pemantauan harga dan distribusi tetap diperlukan agar kebutuhan pokok dapat dijangkau masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan stok tersedia, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kita ingin memastikan piring makan masyarakat tetap terjaga,” tegas Lisa.

Dalam kunjungan tersebut, Lisa juga meninjau pemasaran beras lokal dari Kecamatan Cempaka yang tersedia sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp23.000 per kilogram.

Ia berharap Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemasaran hasil pertanian daerah.

“Saya ingin Kios Pangan DKP3 tidak hanya menjadi tempat penjualan bahan pokok, tetapi juga menjadi ruang bagi petani lokal untuk memasarkan hasil pertaniannya. Kita harus mendukung produk lokal agar petani memiliki akses pasar yang lebih baik dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, DKP3 merencanakan Gerakan Pangan Murah Bersubsidi, pemantauan harga secara berkala, serta penyusunan kesepakatan pasokan dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) se-Kota Banjarbaru.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat pemasaran produk pertanian lokal. (liputan24.net/fhm)