Puluhan Ribu Jamaah Umrah Masih Terdampak , Kepulangan Belum Ada Kepastian
http://Liputan24.netLiputan24.net — Jakarta. Dampak konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini merembet hingga ke jemaah umrah asal Indonesia. Penutupan sejumlah jalur udara internasional akibat eskalasi perang membuat kepulangan puluhan ribu jemaah tertunda dan belum memiliki kepastian jadwal.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengungkapkan bahwa lebih dari 58 ribu jemaah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Tanah Air.
“58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ujar Ichsan dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, hingga Minggu (3/1/2026), belum ada satu pun jemaah yang berhasil dipulangkan karena sejumlah penerbangan mengalami penundaan bahkan pembatalan akibat penutupan ruang udara di beberapa negara transit.
“Informasi terakhir karena memang ada beberapa penundaan penerbangan, diinformasikan jamaah kita masih berada di Tanah Suci,” jelasnya.
Situasi ini dipicu oleh keputusan sejumlah otoritas penerbangan internasional yang menutup wilayah udara menyusul meningkatnya tensi militer di kawasan Timur Tengah. Penutupan tersebut berdampak langsung pada rute-rute penerbangan dari Arab Saudi menuju Indonesia yang umumnya melewati wilayah udara negara-negara transit terdampak konflik.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah kini tengah menyusun sejumlah skema pemulangan alternatif. Koordinasi intensif dilakukan bersama Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPU) serta otoritas penerbangan terkait guna memastikan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama.
“Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan. Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit,” tegas Ichsan.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan kondisi para jemaah di Arab Saudi dalam keadaan aman. Para penyelenggara umrah diminta untuk tetap memberikan layanan akomodasi, konsumsi, dan pendampingan selama masa penundaan.
Konflik geopolitik yang memanas ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga sektor penerbangan global dan perjalanan ibadah. Pemerintah mengimbau keluarga jemaah di Indonesia untuk tetap tenang sembari menunggu perkembangan resmi dari otoritas terkait. (Liputan24.net/Fhm)





Tinggalkan Balasan