Diskominfo dan BPS Banjarbaru Perkuat Literasi Statistik Sektoral, Perkuat Kualitas Data Menuju EPSS
Liputan24.Net, Banjarbaru — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru memperkuat tata kelola data daerah. Kedua instansi menggelar program literasi dan pembinaan statistik sektoral bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terpilih yang diproyeksikan sebagai calon lokus Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS).
Rangkaian pembinaan intensif ini dijadwalkan berlangsung secara bergiliran selama empat hari, mulai dari 27 Oktober hingga 5 November 2026.
Langkah strategis ini merupakan wujud komitmen bersama antara Diskominfo dan BPS Banjarbaru dalam meningkatkan kapasitas serta literasi statistik di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru agar bermuara pada kebijakan yang berbasis data akurat.
Jadwal dan Sebaran Lokus Pembinaan SKPD
Pelaksanaan pembinaan dilakukan langsung mendatangi instansi terkait secara bergilir dengan rincian jadwal sebagai berikut:
- Hari Pertama (27 Oktober 2026): Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru.
- Hari Kedua: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru.
- 4 November 2026: Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnaker) Kota Banjarbaru.
- 5 November 2026 (Penutupan): Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru.
Adopsi Standar GSBPM untuk Akurasi Data
Dalam proses pembinaan tersebut, seluruh tata kelola penyelenggaraan data mengadopsi kerangka kerja standar internasional, yakni Generic Statistical Business Process Model (GSBPM).
Penerapan kerangka kerja ini bertujuan agar seluruh proses pengelolaan data sektoral terkoordinasi secara terpadu, sehingga validitas, keandalan, dan keakuratan data yang dihasilkan benar-benar terjamin.
Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Banjarbaru, Krisman, menegaskan bahwa konsistensi dan kualitas data memegang peranan vital dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
“Ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah kuncinya. Tantangan sesungguhnya bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi bagaimana memastikan data tersebut benar-benar berkualitas, diperbarui secara berkala, serta terintegrasi antarperangkat daerah untuk mendukung pengambilan kebijakan dan evaluasi pembangunan Kota Banjarbaru,” ujar Krisman.
Ia menambahkan, tata kelola data yang andal dan tepercaya akan menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan yang presisi, sehingga perencanaan pembangunan ke depan benar-benar memberikan dampak nyata dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, Diskominfo dan BPS Banjarbaru mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus merapatkan barisan dalam mewujudkan ekosistem data yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel di Kota Banjarbaru.





Tinggalkan Balasan