Dampak Kabut Asap Karhutla, Pemko Banjarbaru Undur Jam Masuk Sekolah dan Waspadai Lonjakan ISPA
Liputan24.Net, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru mengundurkan jam masuk sekolah dari pukul 07.30 WITA menjadi pukul 09.00 WITA. Langkah antisipasi dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini disepakati dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, atas arahan Wali Kota Erna Lisa Halaby, Kamis (20/8/2026).
Kebijakan penyesuaian jam belajar tersebut berlaku bagi seluruh siswa SD dan SMP, baik negeri, swasta, maupun satuan pendidikan kesetaraan. Selain mengundurkan jam masuk, sekolah diimbau meniadakan aktivitas luar ruangan dan mewajibkan siswa mengenakan masker selama di sekolah.
“Antisipasi Karhutla ini tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi, dan kesehatan masyarakat secara luas,” ujar Sirajoni.
Sebagai pembanding dan ancaman nyata di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) telah menembus 21.323 kasus kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026. Tren mingguan menunjukkan kenaikan signifikan dari 879 kasus pada Minggu Epidemiologi ke-29 menjadi 1.099 kasus di minggu berikutnya.
Guna menjaga kelancaran serta keselamatan lalu lintas, Dinas Perhubungan disiagakan di titik-titik rawan jarak pandang terbatas menuju area sekolah. Sementara itu, BPBD dan armada pemadam kebakaran juga disiapkan untuk membantu pasokan air bersih bagi warga terdampak kekeringan yang diproyeksikan berlangsung hingga dua sampai tiga bulan ke depan.





Tinggalkan Balasan