Bupati Banjar Minta SKPD Siaga Akhir Tahun dan Fokus Penanganan Karhutla
Liputan24.Net, Martapura – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan di Aula Barakat, Martapura, Senin (2/11/2026). Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekda H. Yudi Andrea.
Dalam arahannya, Saidi Mansyur menyoroti peningkatan beban kerja menjelang akhir tahun anggaran. Ia secara khusus menginstruksikan Bagian Hukum untuk mempercepat penyelesaian produk hukum yang tertunda agar tuntas sesuai target.
Selain itu, Saidi menekankan pentingnya kolaborasi lintas SKPD dalam mengawal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Koordinasi intensif diminta langsung kepada Kepala Pelaksana BPBD Banjar demi efektivitas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, melaporkan bahwa situasi karhutla pada fase kedua tanggap darurat berangsur membaik berkat guyuran hujan akhir-akhir ini.
Berdasarkan pemantauan hingga Senin (2/11), tidak ditemukan adanya titik panas (hotspot). Kendati demikian, kesiapsiagaan tetap diketatkan.
“Sebanyak 950 personel masih disiagakan di lapangan dengan dukungan sarana seperti mesin, selang, sepatu bot, hingga masker,” ujar Wasis.
Selain karhutla, BPBD juga terus menggenjot distribusi air bersih ke 96 titik yang tersebar di 84 desa dari 17 kecamatan, menggunakan enam unit mobil tangki secara rutin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengungkapkan pihaknya telah mengerahkan 16 UPTD puskesmas untuk menanggulangi dampak karhutla sekaligus membantu pasokan air bersih di 11 lokasi.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, tercatat sebanyak 1.103 kasus sesak napas, 16.260 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan 1.712 kasus diare yang menjadi perhatian serius pemda.
Dalam kesempatan sama, Noripansyah turut memaparkan kebutuhan anggaran sekitar Rp120 miliar guna menjaga keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Banjar. Anggaran tersebut meningkat Rp5 miliar hingga Rp7 miliar dibanding tahun sebelumnya, seiring capaian UHC Banjar yang saat ini berada di posisi tertinggi.





Tinggalkan Balasan