Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas, Kapolres Banjarbaru Gandeng Wali Kota Gagas Program Pengentasan Pengangguran
Liputan 24net – Banjarbaru. Kepolisian Resor (Polres) Banjarbaru memperkuat sinergi strategis bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru untuk menekan angka kriminalitas melalui penanggulangan masalah sosial.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemkot Banjarbaru yang berlangsung di Gedung Balaikota Aula Gawi Seberataan, Selasa (3/11/2026).
Dalam forum tersebut, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, S.I.K., M.H., bersama Walikota Banjarbaru mematangkan kolaborasi lintas sektor melalui peluncuran program unggulan bertajuk Polisi Peduli Pengangguran
Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru IPDA Kardi Gunadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah preemtif kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pencegahan akar masalah kriminalitas. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran ini, kami bertekad menekan angka pengangguran demi mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus menjaga situasi yang aman dan kondusif di Banjarbaru,” ujar AKBP Pius X Febry Aceng Loda sebagaimana
disampaikan oleh IPDA Kardi Gunadi.
IPDA Kardi memaparkan, program Polisi Peduli Pengangguran dirancang secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir.
Pada tahap awal, personel Bhabinkamtibmas dikerahkan secara aktif untuk mendata langsung warga yang menganggur hingga tingkat kelurahan dan desa.
Warga yang masuk dalam pendataan selanjutnya akan diberikan pembekalan berupa keterampilan teknis (hard skill) maupun pengembangan kemampuan nonteknis (soft skill).
Pelatihan ini dipersiapkan agar para peserta memiliki kompetensi tinggi dan siap produktif di tengah masyarakat.
Sebagai langkah keberlanjutan, Polres Banjarbaru dan Pemkot Banjarbaru berkomitmen menjembatani langsung para pencari kerja dengan dunia industri.
Kedua instansi akan mengikat kerja sama dengan perusahaan mitra melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) demi memastikan para alumni pelatihan dapat terserap dengan optimal di dunia kerja.
“Kerja sama ini tidak sekadar mencari tenaga kerja, tetapi membangun jembatan langsung antara pencari kerja dan dunia industri melalui pengikatan komitmen bersama perusahaan mitra,” pungkas IPDA Kardi.
Rangkaian kegiatan rapat koordinasi dan perumusan program strategis tersebut berlangsung aman, tertib, serta terkendali, dengan situasi kamtibmas yang tetap kondusif hingga acara berakhir.





Tinggalkan Balasan