Liputan24.Net – Kabupaten Banjar. Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, kader kesehatan Desa Pakutik melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sasaran balita dan ibu hamil pada Rabu, (22/7/2026). Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Ahli Gizi UPT Puskesmas Sungai Pinang serta Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sungai Pinang.

Selain menyalurkan PMT, para pendamping juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah stunting sejak dini.

Ahli Gizi UPT Puskesmas Sungai Pinang, Novia, mengatakan bahwa pemberian makanan tambahan merupakan salah satu intervensi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran, namun harus didukung dengan pola makan yang sehat dan bergizi setiap hari.

“PMT merupakan bentuk dukungan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan ibu hamil yang berisiko. Namun yang tidak kalah penting adalah membiasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, memanfaatkan bahan pangan lokal yang bernilai gizi, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu agar stunting dapat dicegah sejak dini,” ujar Novia.

Pambakal Desa Pakutik, Mustar, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan PMT tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan yang terus didukung pemerintah desa.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara kader kesehatan, Puskesmas, dan PLKB dalam kegiatan ini. Pemerintah Desa Pakutik berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan stunting, karena generasi yang sehat dan cerdas adalah aset masa depan desa kita,” ujar Mustar.

Ia juga mengajak seluruh keluarga penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan PMT sebaik-baiknya serta aktif memeriksakan tumbuh kembang anak ke Posyandu secara rutin.

“Harapan kami, program ini dapat terus berjalan berkelanjutan, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak dan ibu hamil semakin meningkat demi masa depan Desa Pakutik yang lebih baik,” tambahnya.

Melalui sinergi antara kader kesehatan, tenaga kesehatan, PLKB, dan pemerintah desa, diharapkan upaya pencegahan stunting di Desa Pakutik dapat berjalan lebih optimal. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai investasi masa depan bangsa. (Liputan24.net/DesaPakutik/Fhm)